Dialog dengan Kucing

بسم الله الرحمن الرحيم 

Sesuram malam nan dingin, begitu juga keadaan hati.
Lalu diriku mengambil keputusan untuk mengambil angin malam dengan harapan ia mampu menuip pergi perasaan yang melemaskan ini.

Alhamdulillah.
Tenang.
Mungkin keadaan bilik yang beraura exam ni yang membuat hati kelam dan sayu.
Mungkin juga sebab rindu keluarga di rumah.
Mungkin juga sebab...-

Eh, kucing.

"Hai kucing!" Diriku menyapa si comel. Muda lagi nampaknya... mungkin masih remaja.
Lantas diriku melabuhkan punggung di sebelah kucing.
Si kucing sedang sibuk membersihkan diri.
Hmm.. kucing ni berwhudu agaknya... nak solat isya', cetus hati.
Sengih sendiri.

Kucing, kucing... lamanya awak mandi... saya nak luahkan hati ni... diriku memujuk si kucing comel.
Bolayan.

Kucing...kucing...
Apa orang nak kata pun, kucing tetap kucing.
Orang nak benci, nak kata kucing jahat pun, kucing tetap kucing.
Orang nak kata kucing kotor dan hodoh pun, kucing tetap je comel.
Kucing tak pernah ambil kisah apa orang kata... 
Orang sayang ke, marah ke, suka ke, benci ke, takut ke, kucing tetap manja dan comel.
Dan yang penting, kucing tetap masuk syurga...

Hmm...
Begitu juga kita kan kucing?
Biarlah apa orang kata atau apa orang fikir tentang kita, yang penting, kita tetap teruskan kehidupan dengan mencintaiNya... teruskan perjuangan untuk mendapat keredhaanNya...
Kenapa harus risaukan pandangan manusia lebih dari pandangan Allah, kan?

Kucing masih sibuk membersihkan diri.
Senyum.

Terima kasih kucing. 
Belai sikit.
Selamat malam.




Allahua'laam.

No comments