Every Sunnah Counts

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh



Hmm, no du'a Iftitah. Minus marks.

Her toes aren't bent during sujud. Minus marks.

He didn't recite du'a Qunut. Minus marks.

Every action and every recitation was paid attention to.
I watched them closely.
Listened to them properly.
Marks were given and taken away.
That was my duty for the past two days during the Primary 6 student's Solah Practical Examination.

It seemed to me that some students didn't care much for the sunnah in prayers.
But in my marking scheme, the sunnah had more marks. It was like a bonus mark in case they didn't perform the wajib action and recitations properly. The sunnah actions and recitations would help them pass the exams. But they didn't do it. I was bewildered.

Why not do a simple thing for such a great benefit?
Such a great loss.
Maybe these students think, "Well, it's just an examination. It doesn't affect our lives."

But it does.
Because solah is what we perform everyday.
It is our means of communication with Allah, our Creator.

Even though the marks I deducted were merely on paper, the "marks" that the angels deduct from our daily prayer will last till the hereafter. Every little sunnah might help us then.
Every single one.

So let's pray each prayer as though it's our final examination where every mark counts.
Because every sunnah might just get us one step closer to Heaven, inshaAllah.
Allahua'laam.

Assalaamu'alaikum.

Awak nak awak ajar awak?

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


"Do you want to be taught by you?"

Satu quote yang saya terbaca di instagram.
Ayat yang ringkas, tetapi mendalam maknanya.
Kalau saya student, saya nak guru macam saya?

Tapi bila fikir dua kali, saya rasa susah nak berpegang sepenuhnya pada ayat ni.
Kerana, tak semua student seperti saya.
Apa yang saya nak tak semestinya apa yang student nak.


Teringat perbualan masa di uni dulu...

"Takut lah lecturer tu... dia garang", dia merungut.
"Hmm... rasanya dia bukan garang, cuma tegas. Disciplined.", jawabku selepas berfikir beberapa saat.

"Well, yeah...betul. Tapi macam strict sangat..."
Aku mengguk perlahan.

Ok lah kalau strict. Kalau tak, siapa lagi nak ingatkan kita, dan sampai bila kita asik nak langgar peraturan? Rules were made for a reason. And inshaAllah the rules yang lecturer ni tekankan adalah untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat... diriku bermonolog panjang.

.
.
.

Tak semua orang sama dengan kita.
Tak semua yang kita suka, orang suka juga.

"When in doubt, refer to the Quran and the sunnah of Prophet Muhammad s.a.w"

Rasulullah s.a.w jugalah contoh yang terbaik.
Cara Rasulullah dapat melembutkan sekeras-keras hati (dengan izin Allah).

Perlu belajar cara mengajar dan mendidik ikut sunnah.
Penuh hikmah.

Kita cuba.
InshaAllah.
:)

Assalaamu'alaikum.

"Kaana Kazaa Wa Kazaa"


بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Kazaa wa kazaa?
Hakaza wa kaza?

Qursiah nyanyi lagu Wassini ke?

Wassini. 
Rupanya maksud Wassini ialah: Nasihatkanlah Aku.
Sesuai juga dengan post ni.
Sebab diri ini baru diilhamkan dengan sebuah nasihat.

Bila Allah tegur kita, ia akan datang dalam bermacam-macam cara.
Kadang-kadang, Allah hantarkan hambaNya untuk tegur kita.
Kadang-kadang, Allah gerakkan hati.
Kadang-kadang pula, Allah ingatkan kita- atau Allah tarik balik "lupa" dari fikiran kita.

Er, tarik "lupa"?
Maaflah, ayat saya memang macam ni.
Kesian juga anak murid...agaknya ramai yang terkial-kial sebab tak faham ayat ustazah ni.. :3



Maksud saya, kadang-kadang kita dah pernah belajar, pernah tahu, dan pernah ingat sesuatu.
Tapi sebab kita tak refresh ingatan tu, kita terlupa. Biasalah, manusia itu takkan lari dari sifat lupa.
Jadi, bila Allah tarik balik "lupa" tu, maka kita pun ingat semula apa yang kita pernah ingat satu masa dulu.

Kazaa Wa Kazaa
Sedang Qur duduk berfikir tadi, tiba-tiba terlintas sepotong ayat: "Lau anni fa'altu kazaa, kaana kazaa wa kazaa"

Erk, apa tu?
Itu sebenarnya satu ayat dalam sebuah hadith.
Hadith Mu'min Qawiy (Mukmin yang kuat).


Dirwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

  الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. 
 احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ 
Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. 
وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا.
Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, “Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain.” 
 وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ 
Akan tetapi katakanlah, “Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat.” Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan.

(HR. Muslim)

Dari hadith inilah datangnya ayat "Kaana Kazaa Wa Kazaa" tu. 
Hadith ni, subhanAllah.
Macam-macam peringatan dalam satu hadith yang ringkas.

Buat masa ni, peringatan tentang perkataan kalau (لَوْ) itu sangat bermakna.
Kadang-kadang (atau selalunya) bila kita fikirkan tentang sesuatu yang belum tentu, kita akan banyak "berkalau". Lagi banyak "kalau", lagi tinggi rasa ragu dalam diri. Dan rasa ragu itu kemungkinannya datang dari siapa? 
Ye betul! Dari syaitan... Paaaaandai dia. Eh, macam dalam kelas pula. 



Jadi, elakkan dari "berkalau-kalau".
Think, but do not overthink. 
Sangat-sangat tak bagus untuk kesihatan badan dan kesihatan iman.
Andai ragu, serahkan padaNya.
InshaAllah, Dia sentiasa ada bersama kita.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Pearls of the Past

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


The Past is Dead

I used to believe that the past is dead.
That the past is just a mere memory, waiting to be forever forgotten as time passes by.
A data in our long-term memory that degenerates slowly as we continue to generate new memories.... a happier memory.

However, that is not possible.
That "happier memory".

It isn't possible if we choose to fully repress and forget the past.
Because the past is history, and history tends to repeat itself.
Most especially if we do not learn from it.

Why is it Always Me?

Have you come across a time (or times) in your life where you ask yourself that question?
Why do things like this keep happening to me?
Why? Why? Why?

Instead of asking why, try asking yourself: why not?
If it keeps occurring, then there most probably have been things you're doing now that are similar to what you did in the past.

History, however long gone it may have been, teaches us about the future.
Yes, there are some memories that we prefer not to remember. Things that have hurt or tainted us in the past.

But I guess no matter how bad a memory is, always take the lessons that come with them. Things in the past where you made a mental note saying, "I will not do this again", or "I'll avoid this in the future", etc. Seems like these types of memories hold a greater lesson, because if it has hurt us it the past, we surely wouldn't want them to be repeated, yes?

From a Grain of Sand

A grain of sand, when it enters an oyster, irritates it. Hence, to protect itself from the irritation, the oyster will coat the sand with layers upon layers of nacre (pronounced nay-ker) a.k.a. "mother of pearl". Eventually, the layers will turn the grain of sand into a pearl. (source)



Bad memories, hurtful memories, and sad memories... they are the grains of sands in our life.
If we learn from them, inshaAllah, these memories will become the pearls of our lives. One day you may think: "if that [insert bad memory here] didn't happen to me, I may not be where I am now".

Remembering the Past

However, there is a difference between remembering and dwelling in the past.

When you remember the past, you remember the mistakes you may have made, and use it as a guide to tread carefully upon the new paths of life. You use it to move forward towards the future.

Dwelling in the past, however, is putting yourself in the past, regretting everything. You don't move forward in life. This is unhealthy, my love. Don't allow the past to become your present and future. Allah did not create us to live in the past. In fact, He created the past for us to learn from it.

"And We made them (a people) of the Past and an Example to later ages." 
(Az-Zukhruf:56)

So, as long as we are still living, keep moving forward. Learn from the past and keep on moving, inshaAllah.



Well, that was a long one.
What triggered this post were actually these:


They're my old diaries!
The first one dates back to 2004.
That was..... almost 10 years ago!SubhanAllah...

Ehm, tetiba extra ceria pula post ni. hehee. Teruja jumpa emoticons yang "comel momel" ni.

I guess that's all for now.
May this post be of some benefit to you in any way, inshaAllah.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Kisah Air Teh

بسم الله الرحمن الرحيم



Al Kisah

"Abang!", Ali memanggil pelayan.
Tekaknya terasa dahaga.

"Ye?", pelayan tadi tiba di sebelahnya.
Hmm, takdelah abang sangat. Lebih kurang je rasanya, fikirnya.

"Er, teh ais ada?"
"Ada."

"Er... kedai ni guna teh cap apa ye?"
Pelayan tadi terdiam seketika.
"Teh Boh."

"Oh... er, susu pula guna cap apa ye?"
Pelayan tadi memandang ke arah Ali. Kepalanya condong sedikit.
"Susu Dairy Champ."

"Oh.. Okey, okey..."
Sabar juga brader ni dengan aku, cetus hati Ali.

"Hah, oklah. Kasi saya air kosong satu ye." kata Ali sambil tersengih-sengih.
Pelayan tadi memandang tepat padanya. Mungkin dalam hatinya sedang membara.
Namun tiada kata-kata kesat yang keluar dari mulutnya. Dia terus ke belakang untuk mengambil air Ali.

Antara Mahu dan Perlu

Apa lah Ali ni.. tanya macam-macam tentang teh ais, tiba-tiba order air kosong pula.
Menyusahkan pelayan tu je...

Sebenarnya, apa yang kita tak tahu, Ali ni ada diabetes. Dia tak boleh minum air manis.
Tapi biasalah, sebagai insan berhati lembut, hati yang mudah dibolak-balikkan, hati yang terkadang tewas dengan nafsu, dia terasa ingin minum air teh ais.

Namun, hati yang lembut tu masih tabah. Dia tak tertewas dengan nafsu. Dia tahu air teh ais tu, walaupun enak dan memikat, ia tak bagus untuk diri dan kesihatan dia.

Air kosong pula, walaupun terasa kurang memikat, ia banyak mendatangkan manfaat. Lebih-lebih lagi untuk Ali yang mengahadapi diabetes.

Walaupun yang dimahukan adalah teh ais yang sejuk dan manis, tapi Ali tahu, bahawa yang diperlukan adalah air kosong yang melegakan.

Dia Lebih Mengetahui

Begitu jugalah diri kita.
Bila diberi pilihan, pilihlah yang terbaik untuk diri di dunia, dan akhirat. Yang bermanfaat untuk jangka masa pendek, dan juga jangka masa panjang.

Dah semestinya, yang lebih Mengenali kita dan lebih Mengetahui apa yang terbaik untuk kita adalah Allah. Mintalah petunjuk dari Allah. Serahkan hati yang bersih kepadaNya untuk didorong ke arah yang Dia redha.

Kerana, walaupun mungkin hati kita lebih tertarik dan terpikat dengan sesuatu perkara, belum pasti ia yang terbaik untuk kita. Seperti firman Allah dalam surah al-Baqarah, ayat 216:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Mintalah petunjuk dari Allah.
Semoga Dia bimbing hati kita, dan permudahkan urusan kita untuk pilihan yang terbaik yang mampu mendekatlah diri kita padaNya, inshaAllah.



Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Maa Fi Qalbi Ghairullah?

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh



"Boo!"
Seorang sahabat menepuk bahu dari belakang.
Terkejut sekejap.
Terkejut dalam diam.
Lalu saya menoleh ke arahnya.

Dengan wajah tersipu, dia menerangkan, ada sebabnya kenapa dia berbuat sedemikian.
Katanya, kalau kita nak tahu apa/siapa yang sentiasa di hati dan fikiran kita, kita tengok nama apa/siapa yang kita sebut bila terkejut.

Selalunya kalau dikejutkan, orang akan sebut, "Oh mak!".
Tak kurang juga yang menyebut kata-kata kesat dan cacian. (kalau awak golongan ni, cubalah kurangkan/elakkan ye. Tak baik... Nak Allah sayang, kan? :)  )
Nampak jelas apa yang bermain di hati dan fikiran.

Katanya, dia kagum dengan mereka yang dengan pantas menyebut "Allah".
Allah di bibir, Allah di fikiran, dan Allah di hati.

Jadi, kelakuannya adalah untuk tahu apa/siapa yang terpahat di dalam hati dan fikiran.
"Experiment" yang menarik.
Mampu membuat kita muhasabah dan perbaiki diri dan hati.

Semoga hati-hati kita sentiasa disinari iman dan taqwa kepada Allah,
dan fikiran kita segar dengan zikrullah,
dan bibir kita basah dengan kalam suci Allah.

InshaAllah
Allahua'laam.

Assalaamu'alaikum.

Dekat di Mata, Jauh di Hati

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Qursiah ni silap tulis tajuk ke?
Bukan sepatutnya "jauh di mata, dekat di hati"?

Ye betul, memang itu yang sepatutnya.
Tapi saya tak tersilap tulis tajuk; memang sengaja tulis tajuk tu. :D
Teringat satu babak dalam filem Kabhi Khushi Kabhi Gham, si emak berkata pada si ayah: kadang-kadang yang jauh di mata tu lebih kerap diingati, dan yang dekat pula dilupakan. Er, lebih kurang macam tu rasanya. ^_^v



Kini, saudara kita di Palestin sedang ditindas, dihukum dan dibunuh tanpa sebab dan tanpa belas kasihan... Kejam...teramat kejam. Sangat keterlaluan dan terlampau sangat kejamnya. Semoga kita sentiasa istiqamah dalam menyumbangkan apa yang termampu untuk mereka... baik dari segi tenaga, harta, mahupun do'a, inshaAllah...

Antara gambar nonviolent yang sangat menyayat hati... lihatlah wajah adik tu... Allahu.. :(
Jadi, apa kaitannya dengan tajuk di atas?

Nak dijadikan cerita, kadang-kadang kita seolah tak hidup di alam nyata- hanya di alam siber. Rajin meng'share' gambar, poster, cerita, video, links, dan sebagainya demi membantu insan yang di dalam kesusahan di luar sana, tetapi yang di depan mata kita terlupa. Kita lebih peka dengan isu-isu online, berbanding isu-isu offline.

Kita tahu setiap update tentang insan lain yang hari tu didera, yang kelmarin dibakar, yang tempoh hari dibiar kebuluran... Tahukah kita apa khabar jiran kita? Apa khabar saudara-mara kita? Apa khabar ahli keluarga kita?

Kadang-kadang kita bersungguh membantu orang lain, sehingga tanpa kita sedari, kita sedikit terabaikan mereka yang dekat dengan kita. Yang jauh di hati, yang dekat tak diingati. Irghfirlanaa ya Rabb...


Isu ummat itu sangat penting, sehingga Rasulullah s.a.w pernah berpesan: "Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri". Namun, jangan pula sampai terlupakan mahupun terabaikan mereka yang di depan mata...inshaAllah.

Satu peringatan untuk diri ini yang selalu sangat terlupa dan leka, dan juga untuk sesiapa yang sudi membaca.
Semoga kita terus istiqamah dalam mencari keredhaanNya.
Selamat beribadah di bulan Ramadhan.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Langit UIA

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Tempoh hari saya terjumpa satu kata-kata omputih yang berbunyi:

"Time heals nothing unless you move along with it"
- Rachel Wolchin

Seakan dalam keadaan susah nak percaya, saya dah pun habis exam terakhir sebagai pelajar UIA dua hari lepas. Mungkin sebab saya masih lagi dalam kampus, jadi perasaan "dah habis" tu belum betul-betul rasa lagi.

Masa habis sekolah dulu, saya makan masa dalam lebih kurang 5 bulan untuk sedar yang saya dah habis O Level dan akan memasuki alam baru dalam peringkat pelajaran. Dan dalam universiti pula, sampai sekarang saya seakan tak sedar yang saya sudahpun di penghujug tahun terakhir sebagai seorang mahasiswi.

InshaAllah, harapnya macam tu.
Semoga tak ada subjek yang tersangkut, inshaAllah. Nebes eden. :3

Sekarang pula sesi mandi habuk, a.k.a., mengemas bilik dorm.
Rasa rindu sikit nak tinggalkan Mahallah ni...
Teringat lagi masa tahun pertama dulu, bila dapat tahu yang saya ditempatkan di Mahallah Halimah, rasa tak berapa nak best sebab Mahallah nya jauh di belakang, dan warna oren. Bab warna oren tu tak berapa nak significant  pun sebenarnya... Saja nak jadikan sebab. Hee.

Dan masa tahun pertama dulu, bilik kita dah ditentukan- bukan pilihan sendiri. Bilik saya dulu tingkat 5; tingkat paling tinggi. Mahallah kita tak ada lift. Dalam hati merungut juga masa angkut barang-barang naik dari dalam kereta ke atas. Masa tu rasa kurang suka sikit dengan bilik tu.

Masa hujan lebat, bumbung bilik bocor sikit. Habis tilam basah dek air hujan. Malam-malam pula ada seribu satu jenis serangga tumpang tidur dalam bilik.

Tapi, yang best tentang bilik tu adalah: wifi laju dan pemandangan langit yang mashaAllah tabarkAllah. ^_^
Disebabkan bilik tu di tingkat atas, pemandangan langit tak terlindung dek bangunan lain. Nampak jelas sangat. Dan bilik tu menghadap ke arah timur, jadi setiap kali masuk waktu senja, akan terlihat pemandangan indah tatkala matahari mula mengundur diri.

Sesiapa yang follow saya di Instagram dulu pasti pernah nampak gambar-gambar sunset yang saya post. Semuanya dari bilik blok lama saya; blok F, mahallah Halimah (kalau ada sesiapa yang nak masuk UIA, atau nak pilih bilik best, silalah ke blok F tu. hehee).

Sunset 2011
Susnet 2012

Sunset 2013

3 tahun saya duduk dalam blok yang sama sebab sayangkan pemandangan tu. Dari tahun satu di tingkat 5, turun sekejap ke tingkat 3 masa tahun 2, dan naik semula ke tingkat 5 masa tahun 3.

Sayangnya, tahun 4 saya terpaksa tukar blok. Sebelum ni saya tak pernah lagi ambil semester pendek (short sem). Tapi kali ni terpaksa sebab risau workload agak berat untuk tahun terakhir. Blok F tak dibuka untuk short sem, jadi saya terpaksa tukar blok... hampir bergenang juga air mata... hampir je. :]

Selepas membuat pemantauan, saya pun mengambil keputusan untuk pindah ke blok E yang hanya bersebelahan dengan blok F. Cuma kali ni, saya memilih bilik yang mengadap barat pula. Jadi, tak nampak lagi sunset yang memikat. Tapi pemandangan tu digantikan pula dengan pemandangan matahari terbit yang indah ^_^

Short sem bermula dalam keadaan jerebu. Langit sendiri kelihatan agak semput. Kurang sikit warnanya. Tapi tetap subhanAllah :)

July 2013
Dan hari-hari selepas tu, setiap pagi rasa tak sabar untuk nantikan kemunculan sang mentari. Ditambah pula dengan nyanyian beburung di pagi hari...subhanAllah... Terasa suasana pagi ni seakan hadiah Tuhan kepada mereka yang memulakan hari di awal pagi.

September 2013
September 2013
Terkadang kita lihat orang-orang yang bergegas ke kerja pagi-pagi, duk pandang handset, dan tak hiraukan orang sekeliling. Kadang-kadang air muka kelihatan ngantuk, layu, dan sedikit jengkel.

Cuba kita perhatikan hadiah yang Allah berikan pada kita tiap pagi seperti pemandangan matahari terbit ni. Lihat dan amati keindahanNya... berzikir padaNya... renungkan ciptaanNya... inshaAllah hati akan terasa syukur dan sayang pada Allah, dan inshaAllah hari kita akan bermula dengan perasaan yang tenang dan senang. :)

"Verily in the remembrance of Allah do hearts find peace" (Ar-Ra'd:28)
Sekian :)
Sebenarnya post ni ditulis tanpa arah tuju. Ikut dan je tulis. Tak sangka pula agak panjang jadinya. Bak kata abang, "kalam shadeed". :3 

Tapi inshaAllah semoga dapat beri manfaat kepada anda yang sudi membaca, walaupun hanya sebesar hidung semut. Eh, semut ada hidung?

Allahua'laam.
Semoga hari anda dimulakan dengan mengingati Allah dan semoga diberkatiNya sepanjangan hari, inshaAllah.
Assalaamu'alaikum wr.

Sayang Seribu Kali Sayang

بسم الله الرحمن الرحيم

Di bumi nan luas yang telah Kau sediakan,
dengan pelbagai nikmat dan juga keindahan.
Diriku terpaku dengan keagunganMu,
diriku terpesona dengan keindahan ciptaanMu.

 Sayang seribu kali sayang,
sayangku pada duniaMu melebihi sayangku padaMu.
Mana mungkin aku lebih menyayangi ciptaan yang Maha Penyayang?
Perasaan sayang itu sendiri- dari mana ia datang?

 Tuhanku, aku terleka dengan duniaMu,
terlupa aku pada syurgaMu yang jauh lebih indah itu.
Tuhanku, bawalah hati ku jauh dari dunia,
pikatkanlah ia padaMu yang Esa.

Oh Tuhan, andai ku tersesat di taman permainan,
bimbinglah ku kembali sebelum aku dipermainkan.
Oh Tuhan, genggamlah hati ini untuk terus mentaati,
mekarkanlah cintaku padaMu yaa Ilahi.


InshaAllah.
Allahua'laam
Assalaamu'alaikum wa rahmatullah.

Of Chocolates and Beauty

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Chocolates.

There are a variety of chocolates out there. The most basic ones are milk chocolates, dark chocolates, and white chocolates. Each has its own taste. Depending on one's' sweet tooth, some may prefer one over the others. 


Imagine if chocolates were 'alive'. Dark chocolate might look at milk chocolate and say:

"Children love milk chocolate. But they don’t like me. They say I'm bitter. Perhaps I should be sweeter so that children would like me as well." 

What Mr. Dark chocolate forgets is that there are others out there (myself included.hee) who love the semi-sweet, bittersweet, luscious taste of dark chocolate. Now that it has changed its taste, it's no longer adored by dark chocolate lovers.

It changed itself thinking that becoming milk chocolate would be better, and forgetting that it has unique qualities of its own that others appreciate, love, and adore.

------------------------------------------------------------------

Beauty.

Different people have different features. Some may look similar- and in cases of identical twins, may look the same. Yet there are things about them that makes them, them. We may see another person and think,

"Wow, she's so pretty…" 
"MashaAllah, she is so adorable…" 
"Look at his beard…" (I only assume brothers might think this. Heh)

They are their version of themselves. And you are your own version. Despite perceiving them as being the "ideal" or "prettiest" person, do not forget that you are beautiful as well.

So you may not have hair like theirs, teeth like theirs, nose like theirs, or skin like theirs. That's  fine.  Because you are you own version of beauty. You are beautiful like you.



Remember, beauty is subjective. It lies in the eyes of the beholder. You may not be someone's milk chocolate, but you may definitely be someone else's dark chocolate.


Beauty does not merely encompass the outer, physical beauty- but includes the inner, spiritual beauty as well. Flourish you inner beauty with goodness and positivity. Enhance your inner self with iman. When you have iman, you will be beautiful- not just to people, but to Allah as well, inshaAllah.



So melt those envious and wishful thoughts away, and fill your cup of thoughts with content and love. You are you. All you have to do is to be the best version of you.



If you ever have doubt about yourself, remember, you have been created in the best possible stature (surah at-Tin, 95:4) by The Creator. Allah gave us abilities, capacities, and potentialities to strive for the best; to be the best possible version of ourselves. 

When Allah is with you, nothing can go against you. And He is always there. 
Always.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Tentang Solat Part 4: Rukun Solat

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh



Kita bersambung dengan siri Tentang Solat, bab keempat; bab yang terakhir inshaAllah. :) (Boleh klik link berikut untuk lihat part2 yang sebelumnya: Part 1, Part 2, Part 3)
Ustaz telah meneruskan talaqqi dengan menyentuh serba sikit bab rukun solat.


---------------------------------------------------------------------------

RUKUN SOLAT

1) Niat

Niat dalam hati itu wajib ketika mengangkat takbiratul ihram.
Niat pada mulut hukumnya sunat. :)

2) Takbiratul Ihram

Cara takbir yang sunnah untuk wanita ialah asalkan tak angkat ketiak (rapat, beza dari lelaki).

3) Berdiri tegak (untuk yang mampu)

Islam tu memudahkan, dan bukan menyusahkan. 
Jadi kita pilih cara yang mudah untuk kita solat kalau tak mampu berdiri. 
Contoh: duduk, baring, atau menggunakan kelopak mata.

Maha Baiknya Allah... Dia tetap izinkan kita untuk bertemu denganNya di dalam solat dalam apa2 keadaan pun. SubhanAllah. :)

4) Baca surah al-Fatihah

5) Ruku'

6) Berhenti sekejap semasa ruku'

7) I'tidal

8) Berhenti sekejap semasa i'tidal

9) Sujud

Dalam madzhab Syafi'ee, bila kita sujud, mesti sekurang-kurangnya 1/3 (satu pertiga) dahi kita terkena pada tempat sujud. Jadi kalau masa sujud tu telekung terbang tertutup muka, kalau 1/3 dahi masih tak tertutup, inshaAllah kheir. ^_^

Untuk yang berpurdah, boleh solat tanpa membuka purdah sebab anggota yang wajib kena pada tempat sujud pada muka kita adalah dahi. Kecuali kalau anda memakai full niqab (atau ada yang panggil niqab ninja) yang tutup dahi tu. Maka hendaklah buka atau at least buka bahagian dahi tu. :)

10) Berhenti sekejap semasa sujud

11) Duduk antara 2 sujud

Kadar tempoh duduk antara dua sujud tak boleh lebih dari kadar baca tasyahhud. Kalau lebih, solat dikira batal.

12) Berhenti sekejap semasa duduk antara 2 sujud

13) Baca tasyahhud akhir (tahiyyat akhir)

14) Duduk semasa membaca tasyahhud akhir

15) Selawat ke atas nabi s.a.w

16) Beri salam

Wajib beri salam yang pertama sahaja. Hukum beri salam yang kedua adalah sunat. :)

17) Tertib

---------------------------------------------------------------------------

Sekian perkongsian saya tentang solat.
Semua yang telah ditulis dalam siri Tentang Solat diambil dari Talaqqi Express tempoh hari yang menggunakan buku "Safinah An-Najah" oleh Ustaz Shahrizan Bin Mohd Hazime. Saya pun rujuk semula buku tu masa tulis post ni. ^_^

Semoga bermanfaat dan selamat beramal, inshaAllah :)
Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.