Al-Fatihah Buat Sekeping Hati

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله 



Al-Fatihah buat sekeping hati.
Yang semakin lapar dari hari ke hari.
Zikir yang diidamkan masih lagi dinanti.
Hanya dendangan dunia yang sering diulangi.

Al-Fatihah buat sekeping hati.
Hati yang sangat merindui Penciptanya.
Kian hari kian jauh terasa.
Semakin jauh tenggalam dalam urusan dunia.

Al-Fatihah buat sekeping hati.
Yang mendambakan keredhaan hakiki.
Pintanya terkabur oleh pinta duniawi.
Duniawi yang meminta tanpa henti.

Al-Fatihah buat sekeping hati.
Sedekah (Al-Fatihah)nya masih belum diterima.
Kerna si pemilik sering tidak mengendahkannya.
Disangka si hati tiada pentingnya.

Andai kita dapat lihat keadaan sebenar hati, 
Pasti Al-Fatihah akan kita sedekahkan tiap hari. 
Untuk iman yang masih tidak mencukupi, 
Untuk diri yang masih tidak sedari. 



"Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rosak dan kotor, maka kotor dan rosaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati."
(Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Nu'man bin Basyir)

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Focus Points Dalam Solat

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum wr. wb.

Apa khabar. :)
Terima kasih sebab sudi jenguk ke blog yang tak seberapa ni. Sambil-sambil tu, bolehlah tolong sapu-sapu sikit ye. Berhabuk sikit blog bulan ni. :3

Saya nak kongsikan sesuatu yang tiba-tiba Allah ingatkan pada diri yang selalu terlupa ni. Dan sebab ianya bermanfaat pada saya, rasa teringin untuk kongsikannya bersama. Semoga bermanfaat juga, inshaAllah.



Teringat satu ketika dahulu,  terdengar di radio IKIM tentang beberapa points dalam solat yang kita perlu fokus lebih sikit untuk tingkatkan kualiti solat. Er, harap tak silap faham. Solat tu dari awal hingga ke akhirnya harus kita fokus. Ia bukan rutin badan, tetapi ianya satu ibadah yang memerlukan consciousness of our mind, body, and soul. Cuma ada beberapa points dalam solat yang digalakkan untuk kita fokus 110%.

Fokus di sini bermakna kita hayati setiap kalimah yang dibaca. Kita sebut bukan sahaja di bibir, tapi di minda, dan di dalam hati juga. Cuba untuk baca setiap kalimah dengan penuh keikhlasan. Haa, kalau kita tahu makna bacaan solat, inshaAllah laaaaagi senang nak buat ni. Jadi, kalau selama ni kita cuma baca apa yang dihafal semata, kali ni kita cuba perbaiki.

Untuk tips menambah rasa khusyu' dalam solat yang lain, bolehlah klik di sini. :)

Ok.

Berbalik kepada perkara yang saya nak kongsi sebenarnya: 'focus points' untuk tingkatkan kualiti solat. Harap maklum, saya pasti ustaz di IKIM.fm tu ada kongsikan beberapa points lain. Tetapi ini sahaja yang saya mampi ingat buat masa ni. Jadi, mana yang salah harap betulkan, inshaAllah. :)

1. Bacaan Surah Al-Fatihah


Surah ni antara rukun solat. Kita wajib membacanya dalam setiap rakaat, setiap waktu solat. Kita dah selalu sangat membacanya, sampai ia terasa sebagai satu rutin. Bila sesuatu dah jadi rutin, perbuatan itu akan automatic; dah tak ada feel (eceh.heh).

Dan sebab itulah, kita perlu fokus lebih sikit. Sebab kita senang sangat terleka dan masuk mode automatic bila membaca al-Fatihah. Apalah gunanya baca surah lazim panjang-panjang, merdu-merdu, lunak-lunak, kalau rukun solat entah ke mana- ye idok?

Jadi, bacalah semula terjemahan al-Fatihah. Faham dan hayati maknanya. Masa solat, baca perlahan-lahan. Sebutkan pada bibir, dan dalam hati. Serahkan semua fokus kita hanya kepada Allah.


Ustaz di radio IKIM itu tekankan pada ayat di atas. Semasa membaca ayat ini, berserahlah sepenuhnya kepada Allah. Fikiran kita, jasad kita, dan ruh kita. Lupakan dunia, manusia, harta, dan kerja. Lupakan semuanya buat seketika, dan berserah kepada Allah yang Maha Memiliki.

Sebab tanpa Allah, apalah urusan dunia kita.

2. Sujud



Sujud adalah satu detik dalam hidup kita di mana kita berada saaaaaaaangat dekat dengan Allah. Sebab tu kita digalakkan untuk banyakkan berdoa ketika bersujud.


أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ 

“Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah kalian berdoa.” (HR. Muslim No. 482)

Masa sujud tu, pastikan setiap anggota badan kita terletak dengan betul.
Tapak tangan kita, kaki kita, lengan kita, dahi kita, badan kita.

Let our body and heart be aware and conscious of the fact that we are currently doing a sujud; that we are currently near to Allah. Let your heart go to its Creator, dan berdoalah dengan seikhlas hati.

Selain berdoa, jaga bacaan solat ketika bersujud juga. Hayati maknanya, dan yakin dengan ucapannya.

3. Tasyahhud



Ucapan kalimah "ashhadu an laa ilaha ilallah, wa ashhadu anna Muhammada rasulullah" bukanlah ucapan biasa. Ia adalah satu ikrar- satu penyaksian. Perlu ada rasa yakin dengan keyakinan yang sangat meyakinkan bila mengucap 2 kalimah syahadah ini.

You must really mean it when you say it.

Tak ada keraguan. Tak ada was-was. Dan bukan ucapan yang kosong/tak bermakna.

Sekali lagi, baca semula terjemahan 2 kalimah ini, fahamkan ia, dan hayatilah ia.

---

Itulah antara focus points dalam solat yang kita perlu benar-benar rasa ikhlas dan yakin- bukan sahaja dari segi bacaan, tapi dari segi consciousness jasmani dan juga rohani.

Semoga ia bermanfaat, dapat membantu kita tingkatkan ibadah, dan dekatkan diri dan hati pada Allah, inshaAllah. :)

Semoga Allah menerima setiap ibadah kita, dan ampuni kesalahan kita, inshaAllah.
Selamat beribadah~

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

PS: Maaf ayat rojak. ^_^v

An Uninviting Invitation

Assalaamu'alaikum warahmatullah.
Hello there, dear reader. :)

Recently, articles relating to the issue of wearing hijab has been popping up everywhere. Most are regarding a certain Muslimah who is bombarded with comments from the public telling her to wear the hijab. A few days ago I came across an article about a Muslimah who decided to quit online social networking due to the overwhelming carp on her "freehair" pictures.

Yesterday, another article popped up on my news feed about another female individual- I assume she might be a Muslim- who says that the hair is a gift from God and therefore it should not be covered (because of its beauty).

I know what you're thinking.

But no, don't.
Don't go finding that persons' facebook and start "keyfighting" on your impressive keyboards. That's what we like to do, isn't it. Jumping on the bandwagon in defaming others.

Image from Tumblr

Yes, the hijab- or more notably, covering the aurah- is an obligation for all Muslim women.
Yes, it isn’t right in the eyes of Islam for someone to claim faith and not adhere to the commands of their Creator.

But what also isn't right is the way these comments are made. We understand your concern and sympathy for this person's future. But to attack with vicious, threatening, and at times vulgar words will only move them further away from wanting to change. Two wrongs does not make a right.

Think about it: if you were that person, and the people who are "inviting" you to return to the right path are angry, vindictive, and just plain rude- would you accept their invitation?

Would you enter a house full of people who seems to want to beat you up?
Would you enter a room full of people who are spitting curses at you?
Or would you rather enter a room full of people who are smiling, extending an accepting hand, and ready to help?

Image from Pinterest

It's not wrong to remind others and invite them to return to the right path. But there are ways.

"Invite to the way of your Lord with wisdom and good instruction, and argue with them in a way that is best. Indeed, your Lord is most knowing of who has strayed from His way, and He is most knowing of who is [rightly] guided."
(An-Nahl:125) 

Before making any such remarks or comments on others (be it in real life or online) be sure to:


  1. Check your intentions.
  2. Avoid degrading or humiliating that person. 
  3. Take into consideration the context of the entire situation; be appropriate. 
  4. Prevent, at all costs, from using vulgar, rude, or harsh words. 


Remember, when you're "inviting" that person to return to Allah, it should be warm and- well, inviting. Not cold and loathsome.

We keep telling others that Islam is a religion of peace. When are we going to start practicing it?
Think about it.

Let's do the right thing, the right way, inshaAllah. :)

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Belittling the "little" one

Assalaamu'alaykum wr. wb.

During the weekends, my family- along with other relatives went "balik kampung" to visit our second cousins in Malaysia. Most of them are still residing in the old village in the south of Malaysia.

My father has always brought us there ever since we were young. Even though we didn't know whose house it was, who this person was, why we were there, we tagged along- no questions asked. We did enjoy the kampung environment: the fresh air, the clucking hens, the abounding cats. It was always a nice experience albeit the occasional (or rather frequent) mosquito attacks.


This time however, I wasn't one of the young children, running around breaking fresh-laid eggs (yes, that happened before much to my remorse). I was one of the "middle" generation. There are younger cousins who came along this time.

"Whose house is this? Who is this person?" 

"Oh, this is our grand-uncle" 

"Why are we here?"

"Well, just visiting... talk to them... catching up."

"But why must we be here? Can't they just Skype?"

At first my adult self scoffed at that last question. Ah, this young child is so unaware of things, I thought. But that's just it: he's merely a young person, who has been brought up in a modern, tech-savvy environment, and have not been exposed to the rural life. There's no point ridiculing a person for not knowing or understanding.

Belittling does not help anybody. You can either educate them, or just keep it to yourself.
Your scornful remarks will only hurt them, and shut them down from wanting to know more.
On the other hand, informing them of what they know now, will increase their thirst for knowledge, and their trust towards you. Perhaps in another time, when they don't understand something, they'll look for you for answers.




This, I need to remind myself.
May Allah increase us in knowledge, and make us among the knowledgable, insha Allah.

Allahua'laam.

[Tutorial] Lagu dalam Blog

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum wr. wb.

InshaAllah hari ni kita akan belajar cara untuk memasak daging goreng- eh, silap. Cara untuk meletak lagu dalam Blogger. ^_^


1) Pergi ke http://scmplayer.net/



 2) Ikut arahan yang ada di website itu:

Pertama sekali, pilih style/warna player. Untuk tutorial ni, saya pilih yang Pink.
Kalau dah, tekan NEXT.

Psst, kalau nak yang comel sikit, boleh klik link "4000+ Custom Skins" tu. ;)


 3) Pilih lagu dari Youtube dan copy URL video tu: 

Pilihan video sekadar contoh. :3


4) Pergi balik ke SCMPlayer.net tadi. Paste URL Tadi di bahagian Song URL.
(Nampak tak player warna pink di atas tu? Itulah preview player anda nanti. :) )

Ok, dah? Tekan NEXT.




5) Sekarang boleh adjust sikit player tu ikut kemahuan anda.

Autoplay: Lagu akan main sebaik saja blog dibuka (tak perlu tekan Play) 
Shuffle Playback: Kalau ada lebih dari 1 lagu, lagu-lagu tu akan bermain tak ikut urutan. 
Default Volume: Kalau anda pilih autoplay tadi, kurangkanlah Default Volume ni. Takut terkejut pula pengunjung blog nanti. :3 
Repeat: Kalau rasa lagu sedap/best, bolehlah letak repeat. 
Placement of Player Bar: Sama ada di atas (macam dalam tutorial ni) atau di bawah (macam di blog ini). 
Show Playlist by Default: Kalau ada lebih dari 1 lagu, playlist akan muncul secara automatic di blog anda. Kalau nak nampak kemas, tak perlulah tick kotak ni. :)

Dan macam biasa, kalau dah, tekan NEXT.



6) Select All (ctrl+a) code yang diberi, dan Copy (ctrl+c). Pastikan dah copy betul-betul ye. :)



7) Sekarang pergi ke homepage Blogger anda. Klik TEMPLATE.



8) Kemudian klik EDIT HTML.



9) Ok, sekarang anda akan nampak satu kotak besar yang penuh dengan html. 

Jangan panic, tenang-tenang je, dan ikutlah arahan seperti di dalam gambar tu. ^_^
(Pastikan anda klik mouse satu kali dalam kotak html tu. Kalau tak, Search Box yang keluar nanti untuk browser, bukan untuk kotak html tu).



10)  Tenang-tenang dan ikut arahan~ ^_^



11) Ok, ingat tak code SCMPlayer yang kita copy tadi, inilah masa untuk paste.

Sediakan sedikit ruang di atas "</body>" (tekan Enter), dan paste code SCMPlayer.
Dah, biarkan. Jangan ganggu apa-apa lagi ye.
Ok, boleh tekan Save Template. :)

InshaAllah, player akan muncul di blog anda lepas tu~ ^_^

Semoga membantu dan bermanfaat, inshaAllah.
Kalau nak tanya atau request tutorial lain, bolehlah bagitau ye. InshaAllah saya akan usahakan semampunya. :)

Assalaamu'alaikum.

Dakwah Pakcik Teksi

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Wr. Wb 

Jarang dapat pemandu teksi melayu Islam di Singapura.
Semalam jumpa seorang.
Dia ajukan soalan cepumas:

"Adik pernah terfikir tak, kenapa umat Islam sekarang macam ni. Senang bergaduh antara satu sama lain, senang kalah, senang ditindas.. Pernah tak fikir?" 

Pernah ditanya soalan yang sama sebelum ni.
Tapi kali ni saya pilih untuk berdiam.
Teringin nak tau apa yang nak disampaikan sebenarnya.
Apakah konteks yang dimaksudkan.

"Sebab umat Islam sekarang rasa cukup dengan keadaan Islam dia."

Jawapan déjà vu.

"Orang Islam sekarang rasa cukup dengan solat, puasa. Tak ada rasa keinginan nak belajar dan faham tentang Islam lagi."

Saya angguk-angguk di passenger seat.
Tak pasti kalau pakcik nampak atau tak.



Pernah ada seorang sahabat tanyakan soalan yang sama.
Dan jawapannya juga sama: orang Islam zaman ini rasa cukup dengan ibadah yang dia buat.

Tapi soalannya, betul ke cukup?
Solat 5 waktu kita tu, apa kualitinya? Diterima atau tidak?
Tak ada rasa keperluan untuk cukupkan dengan solat rawatib? Mengaji? Berzikir?

Ilmu kita tentang Islam, cukupkah?
Apa yang asatizah ajar di sekolah dulu, setakat itu sahajakah kita nak jadikan bekalan dan panduan sepanjang hidup?
Tak rasa teringin belajar lebih lagi tenang fiqah, sejarah Islam, aqidah?
Tak rasa ingin faham Islam yang menjadi cara hidup kita?

Soalan macam ni selalunya ditolak ke tepi.
Kita takut nak fikir banyak sangat isu ni.

Kenapa? Sebab kita sendiri sebenarnya tahu jawapannya.
Dan sebab kita rasa cukup dengan apa yang kita ada.



"Nak belok mana ni?" Tiba-tiba pakcik teksi bersuara.
Dah sampai rupanya.

Selepas membuat bayaran, dan ambil beg dari bonet, pakcik beri salam.
"Pakcik doakan awak cepat dapat jodoh ye."

Eh, tetiba je pakcik ni. :3

Allahua'laam,
Assalaamu'alaikum.

Kenapa Berpurdah?


بسم الله الرحمن الرحيم
Assalaamu'alaikum wr. wb.


Gambar Sekadar Hiasan
Satu masa dulu, pemakaian purdah ni agak asing dalam masyarakat kita. Kita sangkakan orang Arab je pakai purdah. Kini pula, bermacam jenis purdah/niqab yang boleh didapati di luar sana, dan semakin ramai muslimah yang mengenakan purdah/niqab.

Apa sebenarnya beza purdah dan niqab? Apa hukum pemakaiannya? Haa, jom baca sama-sama. Semoga bermanfaat, inshaAllah. :)

Apa Itu Purdah?

Purdah, burka, niqab... Semua sama ke?
Tak sama sebenarnya. Tak apa, saya pun guna istilah-istilah tu interchangeably sebelum ni. Syukur ada ustaz google tolong terangkan. ^_^v

Gambar Sebagai Rujukan


Burqa itu adalah sejenis kain yang  menutup kepala dan badan. Ia mempunyai jaring di bahagian mata. Ia adalah pakaian tradisional wanita-wanita bangsa Pashtun di Afghanistan.

Niqab pula adalah sejenis kain yang menutup seluruh muka wanita itu, kecuali mata.

Purdah pula adalah sehelai kain yang digunakan untuk menutup sebahagian besar wajah seorang wanita1.

Hukum Berpurdah

Pertama sekali, saya ingin memaklumkan bahawa saya hanyalah seorang muslimah yang masih belajar, masih cuba memahami, dan masih banyak kekurangan. Hukum yang akan saya kongsi di bawah adalah hasil bacaan semata. Jika ada yang salah, harap tunjuk dan betulkan, inshaAllah. :)

Terdapat  khilaf pada pandangan ulama' tentang pemakaian purdah/niqab. Secara ringkasnya, jumhur ulama' (majority) mengatakan hukumnya tidak wajib1,- ianya harus (mubah). Tetapi, jika wajah itu boleh mendatangkan fitnah, lebih baik ia ditutup dengan pemakaian purdah/niqab. Bila dikatakan wajah itu boleh mengundang fitnah, ia boleh jadi kerana terlalu cantik, atau ada keaiban/kekurangan pada wajah sehingga dijadikan topik umpatan/perbualan.

Senang kata, kalau wajah tu mendatangkan fitnah, maka lebih baik ditutup.  Tapi, kalau wajah kita tak mendatangkan fitnah, nak tutup boleh, tak tutup pun boleh. :)

Sebahagian mazhab Syafi'ie dan mazhab Hanbali berpendapat bahawa wajah seorang wanita itu dikira sebagai aurat. Maka, pemakaian purdah/niqab diwajibkan.

Manakala mazhab  Hanafi dan Maliki berpendapat bahawa wajah seorang wanita itu bukan aurat, tetapi pemakaian purdah/niqab itu sunnah hukumnya (digalakkan)2.

Jadi janganlah fikir orang berpurdah tu semuanya cantik sangat, atau semuanya ada kekurangan. Ada pelbagai sebab kenapa seseorang tu memilih untuk memakai purdah. Kalau nak tau, tanyalah tuan punya badan tu (tapi saya tak jamin dia akan berikan jawapan. hee).

Pemakaian Purdah Kini

Alhamdulillah, sejak beberapa tahun lepas, saya lihat semakin ramai yang berpurdah. Kalau satu masa dulu, pemakaian purdah tu kelihatan sangat asing di mata masyarakat, kini ia dilihat kurang sikit asingnya. Ye, masih agak asing. Tetapi tak apa... Kerana:-



Walaupun masih kelihatan asing di mata orang ramai, andai pakaian itu mengikut syara', bersederhana, dan sopan, it's okey. :)

Pemakaian purdah juga berbeza di sebahagian negara. Di Malaysia ramai muslimah yang mengenakan purdah (atau saya suka panggil, half-niqab) di mana kening dan dahinya tidak ditutup. Tetapi, di negara lain, mereka lebih banyak mengenakan niqab (atau full-niqab) di mana hanya mata mereka yang dibiarkan tidak tertutup. Hukum dan perbincangan pemakaian yang berbeza dari segi budaya ini, saya serahkan kepada yang lebih berilmu. Allahua'laam. :)

Tujuan Berpurdah

Kesimpulan yang boleh diberikan bagi menerangkan tujuan berpurdah adalah: untuk mendapatkan keredhaan Allah. Wajib, sunnah, atau harus, pokoknya tujuan berpurdah/berniqab itu adalah untuk menjaga iman, hati, dan diri, demi mendapatkan mardhatillah.

Garis Pandu Berpurdah/Berniqab

Baiklah, kita sudah maklum bahawa terdapat berbeza pendapat tentang pemakaian purdah/niqab. Tetapi semuanya dilakukan kerana Allah. Jadi, di sini saya kongsikan beberapa garis pandu bagi saudari-saudari seagama yang dikasihi kerana Allah yang baru berpurdah, atau akan berpurdah. Semoga bermanfaat. :)

1. Niat

Sebelum berpurdah, tanya pada diri, apa sebabnya kita ingin berpurdah. Jika ada setitik pun rasa ingin mendapat pujian, istighfarlah dan perbaharui niat itu. Jadikan sebab utama kita hanya untuk mendapat keredhaan Allah.

Sepanjang kita berpurdah pula, sentiasa check niat dan hati. Bersihkan dan refresh niat dan hati kita untuk berpurdah lillahi ta'alaa.

2. Jaga Diri dan Adab.

Berpurdah atau tidak, sebagai seorang yang beragama Islam, secara tidak langsung kita akan melambangkan agama Allah yang indah ini. Jadi jagalah diri, perbuatan, tutur, dan adab kita secara keseluruhannya. Risau kalau tercemarkan agama Allah dengan perbuatan kita.

Elakkan dari gelak tawa berdekah-dekah, meninggikan suara, atau berkelakuan kurang elok di khalayak ramai. Kalau nak buat macam tu dekat rumah dengan keluarga sendiri tak apa je kot. ^_^v

Lebih-lebih lagi bila berpurdah, kita akan mendapat lebih sikit perhatian dari orang lain. Mata-mata yang memandang terkadang lebik tajam dari biasa. Jadi saya nasihatkan, jaga diri baik-baik ye~

3. Bersederhana

Dalam masyarakat negara Asia, rata-rata pemakaian baju dan tudung yang berwarna-warni itu satu kebiasaan. Jadi tak perlu risau kalau dah berpurdah tu, nak kena pakai baju hitam sahaja. Tak, boleh je pakai warna-warni3. Yang penting: tidak terlalu menarik perhatian.

Antara tujuan berpurdah adalah untuk mengelakkan diri dari fitnah dan pandangan orang. Jadi bila kita berlebih-lebihkan dalam pemakaian purdah/niqab, it defeats the purpose of wearing the niqab in the first place. 

Elakkan dari memakai warna yang terlalu menyerlah seperti merah menyala, hot pink, neon green (ada ke jual purdah atau jubah neon green?), corak haiwan ke... Ya Allah, kalau ada yang pakai tudung+purdah corak haiwan...tak tau lah nak kata apa. Jangan buat ye~ >.<

Elakkan juga dari memakai makeup mata yang berlebihan. Lebih baik lagi, elakkan memakai makeup secara keseluruhannya . Saya jujur ye... bila pakai purdah ni, secara automatic pandangan orang lain akan pergi ke mata kita. Sebab itu je yang dia nampak pada muka kita. Ingat tak, kita berpurdah untuk mengelakkan diri dari fitnah atau menarik perhatian, kan?

Jadi bila kita pakai celak tebal siap dengan cat's eye flick dekat hujung tu,
pakai eyeshadow untuk contour bentuk mata tu,
bentukkan kening ala-ala gaya Arab atau Korea,
pakai mascara yang melebatkan, melentikkan, dan memanjangkan bulu mata,
dan pakai contact lens yang berwarna-warni semua tu,
tak ke makin menarik perhatian orang, sayangku~? :)

Gambar sekadar hiasan
4. Jaga Mata

Bukan sahaja mata kita, tapi juga mata orang yang memandang kita. Bagaimana? Dengan bersederhana, dan menjaga diri. Garispandu ini tidak terhad pada dunia luar sahaja, tetapi dunia siber juga.

Kalau nak upload gambar sendiri di laman sosial, boleh. Silakan. Tapi sayangku, elakkan dari mengupload gambar berpurdah di mana mata kita pandang tepat ke camera, dan gambar itu dekat (zoomed ke muka), dan sangat jelas. Lebih-lebih lagi dengan pandangan mata yang tajam atau comel sangat. Saya tau awak comel. Tapi simpan kecomelan tu dulu ye... Nanti bergetar tulang rusuk kiri saudara-saudara kita tu bila melihatnya, macam mana? Kesian mereka. :)

Ingat, kita berpurdah untuk mendapatkan redha Allah, menjaga diri dari fitnah, dan juga untuk menjaga hati dan iman.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Kesimpulannya, bila berpurdah, ingatlah kata kunci berikut:-

1. Lillahi ta'alaa (bukan li mendapat pujian orang ramai),
2. Bersederhana (jangan tabarruj)
3. Tidak terlalu menarik perhatian (Low profile....macam Batman.)

Inilah sedikit sebanyak yang mampu saya kongsikan kali ini. Kalau nak diceritakan semua isu di sebalik pemakaian purdah ni, jadi novel lah jawabnya. hehe. Jadi saya simpan untuk masa depan nanti, inshaAllah.

Jika ada kesilapan pada kata-kata dan penerangan, harap tegur dengan berhikmah.
Jika ada persoalan, silakan.
Jika ada jarum yang patah, jangan disimpan di dalam peti. Harap angkat dan buang. Takut terpijak pula nanti (eh, apa ni?).

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.


Sumber-sumber:

1. https://www.facebook.com/notes/-koleksi-soal-jawab-agama-/soal-jawab-ibadah-isu-purdah-dan-hukum-memakainya/151162434913241
2. http://syahirul.com/purdah-niqab-mengikut-empat-mazhab/
3. https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=426438094077837&id=133106220077694&fref=nf

Train Ride

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum wr wb.

I'm not sure if I've shared this before, but I'm going to write it down anyway. It's an article I wrote for Al-Aqsa Friends Society in IIUM a few years ago. May we gain benefit from it, inshaAllah. :)




Everything Allah does, give, and take is for a reason. Our success, failure, and all the tests we face, the challenges we meet, the obstacles we endure- all these happen for a reason. And we, as believers, must be patient and endure it, bearing in mind that it will do nothing but good for us. Because it is His promise that after hardship, there will surely be relief.

"So, verily, with every difficulty, there is relief. Verily, with every difficulty there is relief." (Quran, 94:5-6)

Yes, it is hard because we are merely His servants. Servants who are weak by nature. This is why Allah will never test us with something that we are impalpable of. He created us and He knows our limitations. So if we are facing a burden that we think we can't handle- think again.

"On no soul doth Allah place a burden greater than it can bear.." (Quran, 2:286)

'But it's so hard! I can't take it anymore!' These words may come out of our mouths. At times, there are certain obstacles that are a tad more stressful than others. Yes, at times, it may seem like giving up is the best option. But is it?

"Do people think they will be left alone after saying 'we believe' without being put to the test? We had tested those who went before them, so that Allah would distinguish those who are truthful and those who are liars." (Quran, 29:3)

Do we want to give up now and fail in the Eyes of Allah? Give up now merely to enjoy a good life on this temporary world?

Here's an analogy of the troubles we face in life: a train ride.

I am sure that most, if not all of us, have been on a train that is packed to its maximum capacity. We have to squeeze just to get inside, endure the heat, stench (usually after working hours), and discomfort throughout the journey. Even before boarding, we know that we will face this discomfort. And yet, we still board the train nonetheless.

Why?

Because we know that the discomfort will only be temporary. Soon afterwards, we will be home... Home sweet home~

Similarly, the problems we face in life are tough. Some would truly test our faith and patience. But remember, they are merely temporary. They will pass. Just endure the "train ride" of life, because afterwards we will reach our destination, inshaAllah.



May this short article serve as a reminder firstly to me, a lowly slave of Allah, and to everyone else. May Allah guide us and be with us throughout the entire journey of our train ride, inshaAllah.

Allahua' laam.
Assalaamu'alaikum.

Tak Nak Kawin

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Tiba-tiba teringat satu perbualan/diskusi bersama seorang sahabat satu masa dulu...



"Saya tak nak kawin"
"Eh, kenapa pula?"

"Saya nak jadi macam Rabiatul Adawiyah."
"Rabiatul Adawiyah tu wali Allah. Lain. Kita lain."

"Tapi kita boleh cuba untuk jadi yang terbaik, kan?"

...

"Awak tau, antara cara paling mudah untuk seorang Muslimah tu masuk syurga apa?"
"Apa dia?"


"Jadi seorang isteri yang solehah."

”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke sy urga dari pintu mana sahaja kamu suka.” 
(Hadith Riwayat Ahmad dan Thabrani) 
 "Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diredhai oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” 
(hadith riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

"Dan banyak lagi hadis Nabi tentang isteri solehah. Hatta bidadari di syurga pun cemburu dengan isteri yang solehah."


Terdiam.

------------------------------------------------------------------------------------------

Terbaca pula di fesbuk kawan:

"Kawin awal tu rezeki.
Rezeki hidup awal sebagai suami isteri.

Namun yang lambat bertemu jodoh juga rezeki.
Rezeki hidup lebih dengan ibu dan ayah."


Teringat juga mafhum hadis, di mana Rasulullah s.a.w menyuruh seorang sahabat menjaga ibu bapanya dan melarangnya dari berperang. Kita selalu terfikir tentang pahala jihad di mana jika kita rebah, kita akan mati syahid.

Tetapi Rasulullah s.a.w meletakkan status ibu bapa lebih tinggi dari itu. Maknanya...?
Haa... Fikir-fikirkan sendiri ye. Jangan malas berfikir. :)

Renungan malam Ramadhan sikit. ^^
Harap betulkan mana yang tersilap, inshaAllah.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

First Love

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

People say that one's first love is the most difficult to forget.
They say that one's first love would leave the most impact in one's life, even after finding new love(s) afterwards.
They'd say that none could compare to their first love.

That's what some would say.



But these days...
I see people forgetting their first love.
People neglecting their first love.
The first love is special no more.

It seems, as though this first love, is loved lesser.
But when asked who the greater love is, they would mention their first love.
Yet somehow, their actions say otherwise.
Somehow, even though they are still physically close to their first love, their minds and thoughts wander only to their new love.

Sad.
Where is our first love in our lives?
Where is their place in our hearts?

Our first love...
The first person to hold our hand,
look deeply into our eyes,
a warm and sincere smile painted on their faces,
as tears of happiness rolled slowly down their cheeks,
they'd whisper those three words:
"I love you..."

Our first love...
The first person to hold us in their arms,
protect us from harm,
shower us with warmth and care.
The ones who we always know would be there,
the ones who would go through blood, sweat, and tears just to see us happy...

This first love...
Our first love...
The first two persons who means so much to us growing up...
The first two persons we would turn to for everything...
The first two persons who would be there for us...

Our parents.




How could one spend so much on their new found love when they have never spend as much on their parents first?
How could one bring their new found love to magical destinations, and all their parents get to see are mere pictures of it?
How can one brag of amazing food and drinks they had with their new found love to their parents who can only leave it to their imaginations?

As special as someone is to you now, never forget your first loves.
Surprise you mother with bouquet of flowers...
Bring you father to places he's never been....
Treat them as how you would treat your "special one".

They may not ask for it.
They may prefer traditional black coffee to espresso.
They may prefer fried rice to Italian risotto.
But it's the thought and gesture that counts.
The smallest act of love and remembrance from you would mean the world to them.
Even if it's just sitting quietly next to them as they watch their favorite TV show...

Show them your love...
before the only thing you can do is make du'a from afar...



Mak, Bapak...Thank you for everything. I love you.

Assalaamu'alaikum.

Close to You

بسم الله الرحمن الرحيم 




Oh Allah,

Protect my heart,
and keep it close to You.

Desert me not,
for I am lost without You.

Leave me not,
without You my life would be senseless.

Allow me, oh Allah,
to have You close 'till I am breathless.

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

Of Deadlines and Timelines

بسم الله الرحمن الرحيم

Of deadlines and timelines,
I failed to see 
How I could possibly 
Be closer to He. 

Of markings and meetings, 
I couldn't understand 
How this could make me 
A much better man. 

 Of whispers and stories, 
I could not know 
How much good deed 
To Him I have showed. 

Of anger and rage, 
I could no more tell 
If my heart's getting stronger 
Or weaker than then. 

Of missions and visions, 
I could not find me. 
I want to see clearly 
The path I'm to seek. 

Of pay checks and schedules- 
of that I don't care. 
As long as I have Him 
And I Know that He's there.


Allahua'laam.

Assalaamu'alaikum.

Seorang Ayra

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Terasa ada beberapa cerita, kisah, dan perkara yang ingin dikongsi di blog.
Tapi buat masa ni, saya kongsi satu dulu.
Kisah pelajar baru.

Gambar hiasan [Original source]

Mungkin ada pembaca (kalau ada yang membaca) sudah maklum bahawa buat masa ni saya sedang bekerja sebagai seorang guru. Salah satu kelas saya tahun ni adalah kelas K1 (atau Tadika 1). Peringkat umur pelajar-pelajar dalam kelas ini antara 5-7 tahun.

Sudah lebih sebulan saya mengajar kelas ini, dan sudah mula build rapport dengan pelajar-pelajar. Mereka pun sudah cam dan kenal dengan rakan sekelas.Tup tup, masuk seorang pelajar baru dalam kelas.

Mula lagi dari alif nampaknya, fikir saya.

Dia kelihatan diam dan sedikit takut. Tapi alhamdulillah, dia tidak nangis, tidak melekat pada ibunya, tidak menjerit, tidak melalak, tidak merajuk, dan segala "me-" lain yang sewaktu dengannya. Saya pun membawanya ke kelas dan kenalkan dia dengan beberapa kawan-kawan barunya yang sudah mula mengerumuni dia.

Excited jumpa kawan baru nampaknya.
Menarik.
Ada kelas sebelum ni, bila ada pelajar baru, pelajar yang sedia ada hanya akan melihat dari jauh. Tetapi dalam kelas ini, hampir semua menghampiri pelajar baru. Ada yang cuba berjabat tangan, ada yang cuba memulakan perbualan, dan ada juga yang hanya duduk memerhatikan wajah kawan baru.

"Cantiknya awak", terdengar suara seorang pelajar. Comel je. :)

Hampir 30 minit sebelum kelas tamat,

"Cikgu! Dia nangis...", kata seorang pelajar sambil menarik-narik jubah saya.

Oh, pelajar baru.
Saya pun menghampirinya, menarik kerusi di sebelahnya, dan duduk.
Dia takut. Nak pulang ke rumah. Inginkan dakapan ibunya.
Saya pun terus memujuknya sambil mengesat air matanya dengan tangan.

Puk, puk, puk.
Saya terasa bahu dicucuk dengan jari kecil.
Bila saya berpaling untuk melihat empunya jari, rupanya Ayra, si pelajar comel. Pernah dia mengadu pada saya... Katanya dalam anak tudungnya ada semut, sebab kepalanya gatal. Comel sangat~ >.<

Ayra menghulurkan sepaket tisu yang belum dibuka.
Oh, nak tisu pula. Nak lap tangan agaknya, saya mengagak, kerana sebelum itu saya baru selesai mencucikan tangan pelajar-pelajar selepas makan.

Saya pun membuka paket tisu tersebut, menarik keluar sehelai tisu, dan menghulurkannya kepada Ayra.

Mmm!
Dia menggelengkan kepala.

Eh, tak nak pula.

Emm...
Dia menunjuk jarinya ke arah pelajar baru.

Oh, nak kasi kawan baru untuk lap air mata!
MashaAllah... Prihatin sungguh hati si kecil Ayra ni.
Nampak sifat empati pada dirinya.

Pernah sebelum ni saya memanjat kabinet untuk menarik white screen di depan.
Lantas dia berdiri lalu bertanya, cikgu, kenapa cikgu panjat? Mak saya kata tak boleh panjat, nanti jatuh. Dia terus memandang tetap ke arah saya dengan wajah serius.

Saya turun.
Dia duduk diam.
Tenang.

Anak kecil yang kita anggap kurang tahu dari kita pun mampu mengajar.
Anak kecil yang kita anggap kurang ilmu dari kita pun mampu memberi peringatan.

Kerana dia suci. Dia ibarat kain putih.
Kita pula ibarat kain yang sudah dilukis, ditulis, dan diconteng oleh bermacam ilmu dan pengalaman.

Setiap kali datangnya ilmu dan pengalaman baru, ia akan dicorakkan di atas ilmu dan pengalaman lama. Jadi tak mustahil kita akan terlupa perkara asas yang pernah kita belajar satu masa dahulu.

Kita akan lupa- itu lumrah manusia. Pelupa. Dan Allah akan sentiasa ingatkan kita dengan bermacam cara. Salah satu caraNya adalah dengan mendapat peringatan dari orang lain.

Orang lain tu tak semestinya seorang ulama, seorang ustaz, seorang ustazah, mahupun seorang yang berilmu tinggi. Mungkin sahaja dia adalah seorang yang kurang ilmunya, seorang yang belum belajar, seorang yang jauh lebih muda usianya dari kita. Mungkin sahaja peringatan itu datang dari seorang Ayra.

Bersedialah selalu untuk menerima peringatan. Just because dia seorang Ayra, tak semestinya kata-kata dan perbuatannya tidak significant dalam hidup kita. Mungkin sahaja seorang Ayra itu ingin memberi peringatan dari Allah untuk kita yang sering terlupa.

Allahua'laam.

Semoga hati kita sentiasa lembut dan terbuka untuk menerima teguran dan peringatan dari sesiapa pun, inshaAllah.

Assalaamu'alaikum wr.

Kisah Stamp

بسم الله الرحمن الرحيم 



Di dalam bilik guru, selepas kelas.

"Oh, lupa nak kasi awak.", katanya. Dihulurkan sekotak plastik yang berisi stamp. Ada yang tertulis "Super!", "Great!" dan sebagainya.

"Awak mark buku budak-budak kan? Nanti boleh pakai ni.", sambungnya lagi.

"Cantiknya stamp ni semua~ Awak beli?" mataku bersinar.

"Tak lah. Ni dari sekolah yang mak saya mengajar. Semua ni nak dibuangnya sebab ada stok yang baru. Jadi dia ambil dan beri pada saya." jelasnya.

Terkedu.
Nak buang stamp ni?
Tanganku membelek-belek stamp tersebut satu persatu. Elok lagi.
Pelik. Buang barang yang masih elok?

"Sekolah tu memang akan dapat stok barang-barang sekolah baru setiap tahun. Jadi yang lama-lama dibuang semuanya. Baik yang sudah digunakan mahupun yang belum digunakan lagi."terangnya bersahaja.

Dahsyat, bisik hatiku.
Mungkin itu budaya mereka. Sekolah orang-orang senang. Sekolah omputih. Hmm...

"Dari dia buang barang-barang tu, kasilah kita. Kita tak ada barang baru.Hee..." diriku selamba berseloroh.

"Itu lah, kaya sangat tu sampai buang barang-barang yang elok lagi...", seorang lagi rakan kerja menyampuk.

"Tak apalah, orang-orang ni memang senang di dunia. Kita pula mungkin susah di dunia, tapi inshaAllah senang di akhirat", seorang lagi rakan sekerja mengingatkan kami.

Tersenyum hati.
MashaAllah, benar kata-katanya.
Biarlah kita bersusah di dunia. Bukankah dunia ini sementara cuma?

Biar setiap kesusahan dan kepayahan yang kita hadapi itu mendekatkan kita pada Allah.
Biar setiap cabaran dan ujian itu dapat menguatkan lagi kesabaran dalam diri kita.
Semoga Allah terima setiap kesabaran dan usaha kita, inshaAllah.

Bukankah Allah dah janji pada kita: "inna ma'al 'usri, yusraa"? :)

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum wr.