Focus Points Dalam Solat

بسم الله الرحمن الرحيم 
Assalaamu'alaikum wr. wb.

Apa khabar. :)
Terima kasih sebab sudi jenguk ke blog yang tak seberapa ni. Sambil-sambil tu, bolehlah tolong sapu-sapu sikit ye. Berhabuk sikit blog bulan ni. :3

Saya nak kongsikan sesuatu yang tiba-tiba Allah ingatkan pada diri yang selalu terlupa ni. Dan sebab ianya bermanfaat pada saya, rasa teringin untuk kongsikannya bersama. Semoga bermanfaat juga, inshaAllah.



Teringat satu ketika dahulu,  terdengar di radio IKIM tentang beberapa points dalam solat yang kita perlu fokus lebih sikit untuk tingkatkan kualiti solat. Er, harap tak silap faham. Solat tu dari awal hingga ke akhirnya harus kita fokus. Ia bukan rutin badan, tetapi ianya satu ibadah yang memerlukan consciousness of our mind, body, and soul. Cuma ada beberapa points dalam solat yang digalakkan untuk kita fokus 110%.

Fokus di sini bermakna kita hayati setiap kalimah yang dibaca. Kita sebut bukan sahaja di bibir, tapi di minda, dan di dalam hati juga. Cuba untuk baca setiap kalimah dengan penuh keikhlasan. Haa, kalau kita tahu makna bacaan solat, inshaAllah laaaaagi senang nak buat ni. Jadi, kalau selama ni kita cuma baca apa yang dihafal semata, kali ni kita cuba perbaiki.

Untuk tips menambah rasa khusyu' dalam solat yang lain, bolehlah klik di sini. :)

Ok.

Berbalik kepada perkara yang saya nak kongsi sebenarnya: 'focus points' untuk tingkatkan kualiti solat. Harap maklum, saya pasti ustaz di IKIM.fm tu ada kongsikan beberapa points lain. Tetapi ini sahaja yang saya mampi ingat buat masa ni. Jadi, mana yang salah harap betulkan, inshaAllah. :)

1. Bacaan Surah Al-Fatihah


Surah ni antara rukun solat. Kita wajib membacanya dalam setiap rakaat, setiap waktu solat. Kita dah selalu sangat membacanya, sampai ia terasa sebagai satu rutin. Bila sesuatu dah jadi rutin, perbuatan itu akan automatic; dah tak ada feel (eceh.heh).

Dan sebab itulah, kita perlu fokus lebih sikit. Sebab kita senang sangat terleka dan masuk mode automatic bila membaca al-Fatihah. Apalah gunanya baca surah lazim panjang-panjang, merdu-merdu, lunak-lunak, kalau rukun solat entah ke mana- ye idok?

Jadi, bacalah semula terjemahan al-Fatihah. Faham dan hayati maknanya. Masa solat, baca perlahan-lahan. Sebutkan pada bibir, dan dalam hati. Serahkan semua fokus kita hanya kepada Allah.


Ustaz di radio IKIM itu tekankan pada ayat di atas. Semasa membaca ayat ini, berserahlah sepenuhnya kepada Allah. Fikiran kita, jasad kita, dan ruh kita. Lupakan dunia, manusia, harta, dan kerja. Lupakan semuanya buat seketika, dan berserah kepada Allah yang Maha Memiliki.

Sebab tanpa Allah, apalah urusan dunia kita.

2. Sujud



Sujud adalah satu detik dalam hidup kita di mana kita berada saaaaaaaangat dekat dengan Allah. Sebab tu kita digalakkan untuk banyakkan berdoa ketika bersujud.


أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ 

“Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah kalian berdoa.” (HR. Muslim No. 482)

Masa sujud tu, pastikan setiap anggota badan kita terletak dengan betul.
Tapak tangan kita, kaki kita, lengan kita, dahi kita, badan kita.

Let our body and heart be aware and conscious of the fact that we are currently doing a sujud; that we are currently near to Allah. Let your heart go to its Creator, dan berdoalah dengan seikhlas hati.

Selain berdoa, jaga bacaan solat ketika bersujud juga. Hayati maknanya, dan yakin dengan ucapannya.

3. Tasyahhud



Ucapan kalimah "ashhadu an laa ilaha ilallah, wa ashhadu anna Muhammada rasulullah" bukanlah ucapan biasa. Ia adalah satu ikrar- satu penyaksian. Perlu ada rasa yakin dengan keyakinan yang sangat meyakinkan bila mengucap 2 kalimah syahadah ini.

You must really mean it when you say it.

Tak ada keraguan. Tak ada was-was. Dan bukan ucapan yang kosong/tak bermakna.

Sekali lagi, baca semula terjemahan 2 kalimah ini, fahamkan ia, dan hayatilah ia.

---

Itulah antara focus points dalam solat yang kita perlu benar-benar rasa ikhlas dan yakin- bukan sahaja dari segi bacaan, tapi dari segi consciousness jasmani dan juga rohani.

Semoga ia bermanfaat, dapat membantu kita tingkatkan ibadah, dan dekatkan diri dan hati pada Allah, inshaAllah. :)

Semoga Allah menerima setiap ibadah kita, dan ampuni kesalahan kita, inshaAllah.
Selamat beribadah~

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.

PS: Maaf ayat rojak. ^_^v

An Uninviting Invitation

Assalaamu'alaikum warahmatullah.
Hello there, dear reader. :)

Recently, articles relating to the issue of wearing hijab has been popping up everywhere. Most are regarding a certain Muslimah who is bombarded with comments from the public telling her to wear the hijab. A few days ago I came across an article about a Muslimah who decided to quit online social networking due to the overwhelming carp on her "freehair" pictures.

Yesterday, another article popped up on my news feed about another female individual- I assume she might be a Muslim- who says that the hair is a gift from God and therefore it should not be covered (because of its beauty).

I know what you're thinking.

But no, don't.
Don't go finding that persons' facebook and start "keyfighting" on your impressive keyboards. That's what we like to do, isn't it. Jumping on the bandwagon in defaming others.

Image from Tumblr

Yes, the hijab- or more notably, covering the aurah- is an obligation for all Muslim women.
Yes, it isn’t right in the eyes of Islam for someone to claim faith and not adhere to the commands of their Creator.

But what also isn't right is the way these comments are made. We understand your concern and sympathy for this person's future. But to attack with vicious, threatening, and at times vulgar words will only move them further away from wanting to change. Two wrongs does not make a right.

Think about it: if you were that person, and the people who are "inviting" you to return to the right path are angry, vindictive, and just plain rude- would you accept their invitation?

Would you enter a house full of people who seems to want to beat you up?
Would you enter a room full of people who are spitting curses at you?
Or would you rather enter a room full of people who are smiling, extending an accepting hand, and ready to help?

Image from Pinterest

It's not wrong to remind others and invite them to return to the right path. But there are ways.

"Invite to the way of your Lord with wisdom and good instruction, and argue with them in a way that is best. Indeed, your Lord is most knowing of who has strayed from His way, and He is most knowing of who is [rightly] guided."
(An-Nahl:125) 

Before making any such remarks or comments on others (be it in real life or online) be sure to:


  1. Check your intentions.
  2. Avoid degrading or humiliating that person. 
  3. Take into consideration the context of the entire situation; be appropriate. 
  4. Prevent, at all costs, from using vulgar, rude, or harsh words. 


Remember, when you're "inviting" that person to return to Allah, it should be warm and- well, inviting. Not cold and loathsome.

We keep telling others that Islam is a religion of peace. When are we going to start practicing it?
Think about it.

Let's do the right thing, the right way, inshaAllah. :)

Allahua'laam.
Assalaamu'alaikum.